Deep Water Culture (DWC), Model Akuaponik Andalan Pembudidaya
MODEL AKUAPONIK DWC
CARA KERJA
Terdapat 3 jenis metode dalam penerapan DWC :
a. Dengan Mesin : Sistem yang menggunakan mesin, harus memperhatikan agar pompa tetap dalam keadaan menyala selama 24 jam atau selama akar tanaman tidak kering. Hal tersebut mencegah adanya pembusukan dan kematian pada tanaman.
b. Tanpa Mesin : Pada DWC tanpa mesin, model ini hanya menggunakan “rakit apung” yang diletakkan diatas permukaan air kolam.
c. Kombinasi : Penggunaan kombinasi antara metode dengan mesin dan tanpa mesin sangat dianjurkan karena bisa lebih optimal baik dari segi biaya maupun teknis perawatannya.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
a. Kelebihan:
1. Tanaman mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus.
2. Lebih menghemat air dan nutrisi.
3. Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman.
4. Biaya pembuatan cukup murah.
b. Kekurangan:
1. Oksigen akan susah didapatkan tanaman tanpa bantuan alat seperti aerator atau airstone.
2. Akar tanaman lebih rentan terhadap pembusukan.
3. Tidak cocok untuk tanaman berat, besarm atau menjalar.
4. Suhu air sering menjadi hangat dan berpengaruh pada kondisi perakaran.
TANAMAN YANG SESUAI UNTUK SISTEM DWC
(Source: majalahasri.com)
Tanaman yang paling cocok untuk dibudidayakan dengan sistem DWC adalah tumbuhan yang memiliki umur panen singkat seperti varietas selada Tanaman yang umum dibudidayakan dengan menggunakan metode ini adalah tanaman sayuran, khususnya selada (lettuce) sehingga ada juga yang menyebut kultur Rakit Apung ini dengan sebutan Lettuce Culture. (Max,2019).
Referensi
https://hidroponiq.com/2014/07/deep-water-culture-dwc/
Max. 2019. Deep Water Culture (DWC) - The Definitive Guide. Tersedia di https://www.greenandvibrant.com/deep-water-culture (diakses pada tanggal 14 Juli pukul 12.00 WIB)
Prambudi, K.A. 2017. Aquaponic – 2 Sistem Budidaya Terpadu. Tersedia di https://kokakurui.wordpress.com/2017/10/17/aquaponic-2-sistem-budidaya-terpadu/ (diakses pada tanggal 14 Juli pukul 12.00 WIB)
Untara, T. 2014. Pertanian Modern. Tersedia di http://berkebunhidroponik.go.id (diakses pada tanggal 14 Juli pukul 12.00 WIB).
Comments
Post a Comment